Mengapa Bahasa Melayu Yang Dijadikan Sebagai Bahasa Negara Indonesia?


   Bahasa Melayu, dalam bentuknya yang sederhana, telah menjadi lingua franca, bahkan sebelum orang Belanda menginjakkan kakinya di Indonesia. Sriwijaya sebagai pusat perdagangan dan agama Buddha berperan besar dalam menjadikan bahasa Melayu lingua franca kepulauan ini.

  Oleh karena itu, tidaklah mengherankan ketika bahasa Melayu dipilih menjadi bahasa persatuan Indonesia, kemudian menjadi bahasa Indonesia. Selain itu, bahasa Melayu bersifat terbuka untuk bahan bahasa sekelilingnya berdasarkan komunikasi ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Bahasa Melayu juga mempunyai struktur yang sederhana, sehingga mudah dipelajari. Dalam bahasa Melayu, tidak ada tingkat-tingkat (bergantung pada mitra tutur dan konteks tuturan) seperti dalam bahasa Jawa.

   Budi Utomo pada awalnya merupakan sebuah organisasi yang bersifat kejawaan. Akan tetapi, sebagai gerakan yang menyadari nilai-nilai diri bangsa Indonesia, ia menggunakan bahasa Melayu dalam kebanyakan publikasinya supaya terjangkau pula oleh suku-suku lainnya. Bangsa Belanda pun sudah lama memakai bahasa Melayu dalam pemerintahan di Indonesia dan dalam korespondensi mereka dengan bangsa Indonesia.

   Pemilihan bahasa Jawa sebagai bahasa persatuan akan selalu dianggap sebagai pengistimewaan yang berlebihan, bahkan upaya pengambilalihan negara dari suku-suku lainnya. Bahasa Jawa tidak akan menjadi faktor pemersatu, melainkan akan menumbuhkan semangat separatisme.

2 komentar:

  1. Oh, begitu ya sob. bahasa melayu agak fleksibel dan bisa dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa. Share yg bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Gan., Thank's udah berkunjung.,

      Hapus

Terima Kasih Banyak Atas Kunjungan. Silahkan berkomentar sesuka hati anda. Karena komentar anda sangat berarti bagi perkembangan dan kemajuan blog ini.
Please, Do not comment with the link active. Because it will automatically go to spam. Thank's